Dalam pertandingan pertamanya di Roland Garros, Senin (25/5/2009) waktu setempat, Roddick yang saat ini duduk di posisi enam dunia tanpa kesulitan meraih kemenangan. Menghadapi wakil tuan rumah, Romain Jouan, petenis Amerika Serikat itu menang straight set 6-2,6-4 dan 6-2.
Inilah untuk kali pertama sejak tahun 2005 Roddick bisa melangkah ke babak kedua turnamen Grand Slam tersebut. Entah mengapa, Prancis Terbuka selalu menghadirkan mimpi buruk buat pria 26 tahun itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi serupa terjadi tahun 2006 saat dia disingkirkan Alberto Martin di pertandingan perdana. Ditempatkan sebagai unggulan lima, Rodidck terpaksa mundur sebelum pertandingan usai karena cedera yang membebatnya.
Sejak keikutsertaannya di turnamen ini tahun 2001, Roddick tak pernah punya prestasi yang bisa dibanggakan. Catatan terbaiknya adalah menembus babak ketiga pada musim debutnya itu. Sementara di tahun 2005 dia yang ditempatkan sebagai unggulan dua terpaksa pulang lebih cepat karena kalah di babak kedua.
Menyambut kemenangannya ini, Roddick pun merasa bahagia karena ia tak jadi memesan tiket pulang dari Prancis lebih cepat, seperti yang biasa lakukan dalam lima tahun terakhir ini.
"Saya sangat senang karena akhirnya saya memenangi laga tersebut," tegas Roddick usai pertandingan yang dikutip Reuters.
"Seperti yang telah saya katakan, ini adalah salah satu tujuan saya untuk tetap berada di sini. Saya rasa ini adalah tujuan yang mudah untuk dilakukan dan saya terkejut saya tidak pernah bisa melakukannya di dalam karir saya," sambungnya merujuk pada kegagalannya untuk keluar dari babak pertama Prancis Terbuka sejak 2006.
"Saya merasa jika anda membuat persamaan akan turnamen ini, rekor saya di tanah liat sebenarnya lebih baik ketimbang yang lainnya. Jadi, saya ingin ada peningkatan di sini," pungkasnya.
Di babak kedua, juara Amerika Serikat Terbuka tahun 2003 itu akan menghadapi petenis non unggulan asal Republik Ceko, Ivo Minar. (mrp/din)











































