Soderling beberapa hari lalu mengguncang tenis dunia saat mengalahkan Nadal di babak ketiga Prancis Terbuka. Sang juara bertahan yang menjadi raja Roland Garros dalam empat tahun terakhir ditundukkan dalam pertarungan empat set.
Petenis Swedia itu kemudian membuktikan kalau kemenangannya atas Nadal bukan cuma kebetulan. Di pertandingan selanjutnya dia menang atas petenis yang juga terkenal tangguh di tanah liat, Nikolay Davydenko, dengan 6-1, 6-3 dan 6-1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tak mau merasa gembira, karena saya punya pertandingan lain untuk dijalani," ungkap Soderling di Yahoosport. "Saya selalu tahu kalau saya bisa memainkan tenis yang benar-benar bagus," sambung dia.
Menanggapi pertemuannya dengan Soderling, Gonzales yang punya peringkat lebih baik tak mau memandang sebelah mata. Apalagi dalam perjalannya ke semifinal sang lawan mengalahkan tiga petenis yang justru punya penampilan lebih baik di clay, Nicolay Davydenko, Nadal dan David Ferrer.
"Apakah seseorang sudah memberitahu saya kalau saya lolos ke semifinal dan akan menghadapi dia, saya tak tahu apakah saya bisa mempercayainya. Saat Anda mengucap Prancis Terbuka, Anda akan langsung berpikir soal Nadal. Tapi Robin pemain hebat. Dia punya pukulan lebih keras dibanding pemain lain," ungkap finalis Australia Terbuka tahun 2007 itu.
Saat ini rekor pertemuan Gonzalez dengan Soderling berada dalam kedudukan 4-3 untuk si petenis Cile. Sementara jika bertemu di lapangan tanah lait Gonzales unggul 2-0.
(din/din)











































