Taufik: Atlet Harus Fashionable

Taufik: Atlet Harus Fashionable

- Sport
Rabu, 10 Jun 2009 19:51 WIB
Taufik: Atlet Harus Fashionable
Jakarta - Meski tak lagi bergabung dengan pelatnas PB PBSI, Taufik Hidayat tetaplah ikon perbulutangkisan Indonesia. Pria asal Pangalengan itu pun makin nyeleb, karena merasa atlet harus fashionable.

Bapak satu anak itu didaulat menjadi model bagi produsen perlengkapan bulutangkis ternama di dunia, yaitu Yonex. Sejarah baru diciptakan Taufik di dunia perbulutangkisan, karena ia jadi yang pertama mempunyai koleksi sports apparel pribadi.

Acara peresmian produk yang diberi nama 'Taufik Hidayat Line' itu diadakan di Papillion Building, Kemang, Jakarta, Rabu (10/6/2009) sore WIB. Bagi Taufik, deal ini dia ibaratkan sebagai pekerjaan sampingan di luar profesi utamanya sebagai atlet bulutangkis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ibarat mencari sampingan dan mengembangkan dunia olahraga dari sisi yang lain. Agak keluar dari profesi memang, tapi saya ingin sesuatu yang tidak dimiliki orang lain," ujar Taufik kepada para wartawan.

Apa sih alasan utama Taufik mau dijadikan model? "Atlet-atlet juga harus fashionable donk, masa selebritis aja yang bisa," cetusnya.

Dijelaskan Taufik, produknya itu memiliki tagline Winning is an Attitude atau Menang adalah sebuah sikap. Dari slogan itu, terkandung makna bahwa apa yang telah ia menangi selama karir bulutangkisnya diraih melalui perjuangan yang keras.

"Tidak hanya soal kemenangan, tapi bagaimana kita meraihnya dengan sebuah sikap yang baik. Orang cuma lihat enaknya saya sekarang, tapi tidak tahu bagaimana untuk mencapai itu semua," tegas Taufik, seakan menangkis citra 'bad boy' pada dirinya.

Juga, untuk membuktikan dirinya makin fashionable, Taufik mengaku ikut menentukan desain baju yang akan dipakainya di Indonesia Open Super Series pekan depan."Supaya saya merasa enak. Namun bukan berarti saya ikut membuatnya juga lho," seloroh suami Armi Dianti Gumelar itu.

Soal kelanjutan karirnya, Taufik belum merencanakan kapan akan menggantung raketnya.

"Saya masih percaya saya masih bisa main dan meraih prestasi. Dengan adanya kerja sama ini, bukan berarti saya ingin berhenti dari bulutangkis. Memang itu sempat terpikirkan, namun seperti yang telah saya katakan, saya ingin berhenti bermain ketika saya sedang di atas," lugas pebulutangkis usia 27 tahun itu. (mrp/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads