Bagi Pia, ini merupakan turnamen Indonesia Super Series pertamanya turun di nomor ganda campuran. Bersama dengan Fran Kurniawan Teng, ia harus memulainya dari babak kualifikasi.
Pada pertandingan pertama babak kualifikasi, Selasa (16/6/2009), di Istora Senayan Jakarta, Pia dan Fran harus bertemu dengan wakil Belanda, Koen Ridder/Yao Jie. Di sini mereka meraih kemenangan dengan dua set langsung, 21-6 dan 24-22.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka pun lolos ke babak pertama untuk kemudian berhadapan dengan wakil Belanda lainnya, Ruud Bosch/Paulien van Dooremalen. Bagi Pia, ia tak merasa bermasalah bermain di ganda campuran, meski awalnya butuh penyesuaian juga.
"Saya cukup senang karena udah dapat pengalaman, tapi belum banyak. Karena itu saya nggak boleh cepat puas. Masih ada banyak pertandingan lainnya," ujarnya dalam konferensi pers sesuai pertandingan melawan Tontowi/Richi.
"Karena biasanya saya main di single, saya jadi cukup tegang main di mixed. Kalau biasanya saya sendiri, sekarang kaget juga ada cowok di sebelah saya," tukasnya setengah berseloroh.
Pebulutangkis berusia 20 tahun ini juga mengaku dirinya merasa tak terbebani dengan keputusan bermain di nomor anda campuran. Malahan ia berusaha untuk membuktikan keputusannya itu.
"Kalau beban ya, itu lebih karena keputusan saya pindah ke mixed harus dipertanggungjawabkan. Tak ada target dari pelatnas, mereka malah bilang, 'Pia tahun ini kamu penyesuaian dulu.'"
Sementara Frans menyebut, dia dan Pia sudah sama-sama cocok di lapangan. Kendala komunikasi pun tak ada sehingga mereka bisa bermain dengan kompak.
"Cocok banget. Komunikasi di pertandingan sudah berjalan dengan lancar. Tadi di lapangan juga sudah matang," ucap dia.
Karena segala bekal sudah tersedia, Pia/Fran bertekad untuk terus melaju hingga jauh di Indonesia Open kali ini. Seperti yang disebut Fran, setiap atlet pasti ingin meraih hasil terbaik.
"Mesti yakin. Persiapan kan sudah oke. Tinggal lihat aja di pertandingan besok bagaimana. Semua atlet pasti ingin yang terbaik, jadi kita lihat saja ke depannya. Doakan saja." (din/key)











































