Bukan rahasia apabila setiap ada perhelatan event bulutangkis di tanah air, penonton selalu ramai memadati arena. Tak terkecuali pada pergelaran Indonesia Open Super Series di Jakarta, 16-21 Juni 2009.
Pengecualian terjadi kemarin, ketika turnamen ini baru melangsungkan babak kualifikasi. Mungkin karena belum babak utama, Istora Senayan sebagai venue belum terlalu dipadati suporter. Tetapi tetap saja teriakan, "Indonesia, Indonesia," sering terdengar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi tuan rumah ada enaknya, ada juga enggak-nya. Kalau main bagus penonton akan kasih dukungan, tapi kalau jelek mereka bakal mencemooh kita," tandas dia.
Sementara menurut Maria Kristin pada pertandingan kualifikasi kemarin ada beberapa pemain muda yang justru dicemooh lewat teriakan-terikan 'menyuruh pulang' karena bermain jelek. Maria berharap, seperti apa pun permainannya para pemain, sebaiknya lebih dihargai.
"Kemarin malah ada pemain muda yang disuruh pulang duluan. Yah, kita sih maunya lebih dihargai aja," ucapnya.
Lain lagi dengan Simon Santoso dan Markis Kido. Bagi Markis, dukungan penonton bisa menjadi penambah semangat. Sementara Simon tak merasa terbebani, ia lebih memilih untuk berpikir positif saja.
"Di sini lebih bersemangat dan mudah mudahan besok bisa menang lagi," ungkap Markis. "Modal dengan menjadi tuan rumah maka jadi lebih banyak dukungan. Ya, saya sih mikirnya positif aja," tukas Simon.
Bagaimana dengan tanggapan pemain asing menyoal dukungan penonton? Tunggal putra Denmark, Jan O Jorgensen, justru menyukainya. Bahkan menurutnya, atmosfer seperti di Istora tak bisa ditemui di negaranya sendiri.
"Di sini luar biasa sekali. Di Denmark sana para penonton hanya cukup bertepuk tangan, sementara di sini sangat ramai. Saya suka bisa bermain di turnamen ini," tandas pemain yang di babak pertama sudah dikalahkan Simon ini.
Dibandingkan pada babak kualifikasi, para penonton yang menyaksikan babak pertama hari ini, Rabu (17/6/2009), relatif lebih ramai. Pantauan detiksport, beberapa tribun yang sehari sebelumnya hanya diduduki puluhan orang saja kini sudah ditempati oleh ratusan orang.
(roz/a2s)











































