Di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2009), Sony menghadapi pemain India yang tidak diunggulkan, Anand Pawar. Sony harus bertarung tiga set sepanjang 53 menit sebelum bisa menang.
Sony tampak akan melangkah mulus ketika ia menang 21-15 di set pembuka. Namun Pawar membalas dengan merebut set kedua 21-13 dan harus memaksa dimainkannya set ketiga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di set kedua, waktu permainan lawan sudah berubah, saya belum berubah. Akibatnya saya jadi emosi sendiri dan pikiran sudah macam-macam," komentar Sony dalam konferensi pers seusai pertandingan.
"Masa saya kalah di sini?" imbuh Sony. "Lalu dia mulai bikin kesalahan dan saya lihat ini sebagai sebuah kesempatan. Saya tidak bisa main lambat lagi, harus main cepat," papar dia.
Sony mengelak bahwa permainannya yang tidak sesuai harapan diakibatkan oleh beban berat yang ia tanggung selaku pemenang nomor tunggal putra turnamen yang sama tahun lalu.
"Tidak ada. Itu kan sudah setahun yang lalu. Sekarang mulai dari awal lagi. Ke depannya, mungkin saya akan lebih konsentrasi lagi," janji pemuda berusia 24 tahun itu.
Apakah yakin bisa jadi juara lagi? "Pasti, yakin. Tapi perjalanannya memang agak berat," tegas Sony.
(arp/key)











































