Ia mengungkapkan perasaannya tersebut dalam jumpa pers seusai menundukkan pemain tunggal putra Inggris itu di babak pertama Indonesia Open Super Series, Rabu (17/6/2009) malam WIB, dengan skor 21-10 21-15.
"Sangat menegangkan. Waktu istirahat saya sempat tanya pelatih saya, kok ngerasa deg-degan ya?" tutur Taufik, unggulan kelima, di press room turnamen di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyumbang medali emas untuk Indonesia di Olimpiade 2004 itu, dan yang turut membela skuad "Merah Putih" saat memenangi Piala Thomas 2000 dan 2002, telah mundur sebagai atlet pelatnas Cipayung sejak akhir Januari lalu.
"Sekarang ini saya nggak ada beban. Saya nggak begitu tahu, apakah masih menjadi pusat perhatian (fans Indonesia). Tapi Anda bisa lihat saja bagaimana (dukungan) mereka ke saya," lanjut Taufik.
Dalam pertandingan tersebut para penonton memang tetap memberi dukungan luar biasa buat dia. Berkali-kali nama Taufik diteriakkan bersama-sama, supaya semakin bersemangat dalam meladeni Smith.
Di babak kedua Taufik akan bertemu bintang Thailand, Boonsak Ponsana, yang di laga pertamanya menang 21-10 21-15 atas pemain Belanda, Eric Pang.
"Saya lupa kapan dan di mana terakhir kali ketemu dia (Boonsak). Yang jelas, waktu itu saya menang. Dia selalu main bagus. Menang atau kalah, pertandingan melawan dia selalu ramai. Saya selalu merasa khawatir setiap kali akan bertemu dia, karena dia pemain yang bagus," ulas Taufik tentang calon lawannya itu.
Ia juga mengomentari pernyataan pelatih Lin Dan, Xia Xuanze, bahwa Taufik dan Lee Chong Wei adalah rival terberat pemain kidal China itu di Jakarta.
"Saya tetap respek pada dia (Lin Dan). Kalau ternyata dia bilang begitu, saya bersyukur. Tapi lkihat nanti saja. Kalau sama-sama terus menang, bisa saja kami akan ketemu," pungkas Taufik. (a2s/a2s)











































