Dalam pertandingan yang dihelat di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/6/2009), Taufik menang dengan skor 21-17 dan 21-14. Dibandingkan dengan laga melawan Peter Gade di perempatfinal, di mana Taufik harus melalui tiga set, laga ini relatif mudah dihadapinya.
"Saya nggak nyangka bisa menang dua set karena kemarin pertandingan lebih lama dan lebih seru. Saya nggak nyangka kalau bisa Sony drop fisiknya," ujarnya dalam konferensi pers seusai pertandingan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taufik juga membeberkan bahwa kunci kemenangannya untk memenangi pertandingan ini adalah dengan memenangi pertarungan di depan net. Ia juga lebih sabar dalam melakukan pukulan.
"Saya berusaha megang di depan net. Saya banyak menurunkan bola, semaksimal mungkin nahan dan tinggal nunggu siapa yang akhirnya habis duluan."
Mengenai kondisi fisiknya saat ini, pemenang medali emas Olimpiade 2004 ini menyebut bahwa usia telah menjadi penghambat. Namun ia merasa dirinya jauh lebih lepas dalam bermain.
"Belum, belum kemblai ke kondisi tiga atau empat tahun lalu. Usia tak bisa bohong. Cuma saya memang lebih gembira saat ini," tukas dia. (roz/roz)











































