Baik Taufik maupun Ardy, keduanya sama-sama telah mengoleksi enam gelar juara di turnamen ini. Ardy terakhir kali meraihnya pada tahun 1997, sementara Taufik pada tahun 2006.
Usai mengalahkan Sony Dwi Kuncoro 21-17 dan 21-14 di babak semifinal, Taufik pun berpeluang melampaui rekor pendahulunya itu. "Ya saya semakin pede, motivasi saya bertambah. Saya merasa nggak akan ada lagi kesempatan seperti itu," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai dukungan yang diberikan untuknya oleh publik Istora Senayan, Taufik mengaku tersanjung. Ia bersyukur karena pada kenyataannya ia masih dielu-elukan oleh para suporter.
"Kaget juga masih banyak yang banyak nonton. Saya bersyukur mereka masih respek, masih mengelu-elukan saya."
Di babak final, Taufik akan menghadapi Lee Chong Wei yang merupakan unggulan pertama turnamen. Lee melangkah ke final usai menundukkan tunggal putra China, Chen Jin, dengan skor 21-15 dan 22-20.
(roz/din)











































