Dalam dua pertemuan terakhir menghadapi tunggal putra Malaysia itu, Taufik selalu kalah, yakni di All England dan Swiss Open. Namun pebulutangkis 27 tahun itu bertekad untuk bertarung dari poin pertama sampai poin terakhir.
Ia juga menyebut bahwa siapa pun lawan yang ia hadapi di final sebenarnya tak masalah. Chen Jin--lawan yang dikalahkan Lee di semifinal--juga pernah mengalahkannya. Namun Taufik menyebut, karakteristik keduanya sudah bisa ia baca.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin menang dua set. Tapi, ya saya tidak tahu. Bisa saja saya menang dua set, tiga set, atau bisa saja Chong Wei (yang menang). Siapa sih yang tak mau menang dua set? Kalau bisa menang dua set, kenapa harus 3? Saya akan berjuang dari poin pertama sampai terakhir," tegas dia.
Taufik melangkah ke babak final usai menyungkurkan juara tahun lalu, Sony Dwi Kuncoro, dengan skor 21-17 dan 21-14. Jika bisa menundukkan Lee, ia akan melampaui rekor Ardy Wiranata dengan menjadi juara di turnamen ini sebanyak tujuh kali.
(roz/din)










































