Hanya Taufik Hidayat, pemain tuan rumah yang bisa menjejak partai puncak setelah memenangi partai perang saudara melawan Sony Dwi Kuncoro.
Harapan tersisa untuk menyaksikan satu lagi wakil Indonesia di final kandas setelah ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan ditekuk Lee Yong-dae/Jung Jae-sung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya nih kecewa karena cuma Taufik yang ke final," tutur keduanya bergantian.
Saat ditanya apakah akan menonton partai final, keduanya kompak menjawab tidak. "Soalnya terlalu jauh, padahal cuma ada satu wakil Indonesia," ujar Riri yang mengaku bertempat tinggal di Ciganjur, Jakarta Selatan.
Riri dan Ita juga mengeluhkan sulitnya memperoleh tiket. Keduanya mengaku harus mengantri sejak pukul 12 siang dan baru mendapatkan dua tiket kelas 1pukul 15 sore.
"Antreannya nggak panjang, cuma saja loketnya baru buka jam setengah 3 sore. Jadi capek juga nunggu. Sudah gitu, ternyata tiket kelas VIP dibilang sudah habis," tukas Ita.
Ungkapan serupa juga dilontarkan oleh Umi (21) dan Tanto (22), dua orang mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) asal Cijantung, Jakarta Timur. Ulah calo membuat mereka dongkol.
"Calonya banyak. Seharusnya mereka ditindak, sesuai peraturan yang berlaku. Tapi kalau kami memilih beli tiket di loket resmi saja meski antre," kata Tanto. (arp/din)











































