Indonesia, Mana Prestasimu?

Indonesia, Mana Prestasimu?

- Sport
Minggu, 21 Jun 2009 17:40 WIB
Indonesia, Mana Prestasimu?
Jakarta - Dunia bulutangkis Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan prestasi setelah menurun dalam beberapa tahun terakhir. Tanpa gelar di turnamen di kandang sendiri adalah sebuah bukti lain.

Di Indonesia Open Super Series yang berakhir hari Minggu (21/6/2009) ini, hanya satu wakil "Merah Putih" di babak final, yaitu tunggal putra Taufik Hidayat. Namun ia gagal mengatasi unggulan teratas Lee Chong Wei (Malaysia) dan kalah 9-21 14-21.

Ini adalah kali kedua Indonesia tidak kebagian gelar juara di nomor apapun sejak Indonesia Terbuka dihajat pada 1982 -- dan mulai diberi level Super Series oleh BWF sejak 2007. Dua tahun lalu juga tidak ada pemain tuan rumah yang naik podium juara di Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Catatan minus lain tentang prestasi para atlet tepok bulu Indonesia di level tinggi internasional adalah, dari enam kompetisi bertajuk Super Series yang telah digelar di tahun 2009, hanya satu gelar diraih. Di Malaysia Super Series pasangan Nova Widianto/Liliyana Natsir menjadi pemenang di nomor ganda campuran.

Di ajang dunia beregu campuran, yakni Piala Sudirman 2009 di Guangzhou, Indonesia hanya sampai babak semifinal. Mereka dihentikan Korea Selatan, yang di final kalah dari China.

Di Piala Thomas, setelah memenangi lima edisi berturut-turut (1994, 1996, 1998, 2000, dan 2002), hingga kini belum pernah lagi supremasi tertinggi bulutangkis beregu putra itu disemayamkan di Indonesia.

Di Piala Uber bahkan lebih lama lagi. Terakhir kali piala itu dimenangi Indonesia adalah 23 tahun silam.

Di beberapa turnamen besar lain, Indonesia juga tak lagi dominan, bahkan tertinggal jauh terutama jika dibandingkan dengan China. Di All England, misalnya, kali terakhir ada pemain Indonesia yang juara adalah di tahun 2003 atas nama ganda putra Candra Wijaya/Sigit Budiarto.

Di Olimpiade 2008, tradisi satu medali emas sejak Olimpiade Atlanta 1996 belum bisa ditingkatkan. Dari ajang di Beijing, China, tersebut, satu-satunya medali emas yang disumbangkan cabang badminton dibukukan ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan.

(a2s/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads