Bertanding dalam suhu panas lapangan utama, Murray langsung dapat ujian di pertandingan pertamanya. Namun dengan dingin, unggulan tiga itu mampu menjaga permainannya dan menyudahi perlawanan Kendrick setelah bermain empat set 7-5, 6-7, (3-7), 6-3 dan 6-4 selama dua jam dan 37 menit.
Punya rekor bertanding 3-0 atas lawannya, Murray langsung menunjukkan keunggulan dengan mematahkan servis lawan di game kedua untuk kemudian memimpin 4-2. Namun karena beberapa servis yang tak akurat, poin Murray disamakan menjadi 4-4. Murray mengakhiri set pertama setelah servisnya dinyatakan masuk menyusul permintaan Kendrick menggunakan hawk eye.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, tak banyak yang bisa dilakukan Kendrick di set tiga dan empat. Harus menghadapi penonton yang terus meneriakkan "Murray...Murray...." petenis nomor 71 dunia itu akhirnya menyerah dengan 6-3 dan 6-4.
"Itu pertandingan yang sulit, Anda tahu, saya sudah menduga kalau itu akan sulit. Dia melakukan servis dengan sangat baik untuk dua setengah set, di set ketiga dia membuat saya benar-benar kesulitan," ungkap Murray usai pertandingan seperti diberitakan BBC.
"Dia bermain sangat agresif dan punya prosentase bagus di servis pertamanya, dan saya tidak tampil dengan perfoma yang saya inginkan, tapi saya gembira dengan apa yang saya tampilkan hari ini," lanjut Murray yang punya ambisi besar jadi petenis Inggris Raya pertama yang jadi juara sejak 1936.
Safin Angkat Koper
Setelah pada hari pertama kemarin James Blake jadi petenis unggulan teratas yang tersingkir, di hari kedua gantian Marat Safin yang harus angkat koper sejak dini. Unggulan 14 asal Rusia itu dihentikan petenis kualifikasi Jesse Levine dengan 2-6, 6-3, 6(4)-7 dan 4-6.
Kekalahan ini bisa sangat menyesakkan buat Safin mengingat tahun lalu dia mampu menembus babak semifinal. Apalagi sebelumnya pemenang dua titel Grand Slam itu sempat menyatakan kalau ini adalah tahun terakhir dia berlaga ATP Tur.
Sementara Levine, yang tahun ini baru berusia 21 tahun bakal menghadapi petenis Uruguay, Pablo Cuevas di babak kedua. (din/din)











































