Adalah sebuah pemakaman umum yang dikelola Gereja St Mary yang menyewakan tanahnya untuk dijadikan lahan parkir umum. Untuk setiap pelanggan yang menitipkan mobilnya, Gereja St Mary memasang biaya 20 poundsterling per hari.
Diberitakan Dailymail, uang yang didapat dari penyewaan lahan parkir tersebut nantinya akan digunakan untuk keperluan amal. Namun tetap saja keputusan pihak gereja tersebut mengundang kontroversi dari penduduk setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rasanya seperti seseorang berjalan di atas kuburan Anda - well bayangkan kalau sebuah mobil 4x4 parkir di atas makam Anda. Saya pikir itu merupakan sesuatu bentuk rasa tidak hormat kepada anggota keluarga yang dikuburkan di sana.
Beberapa hari lalu saya melihat ada lima atau enam mobil parkir di sana. Pencinta tenis bisa parkir di tempat lain, Wimbledon pastinya menyiapkan banyak tempat parkir sepanjang kejuaraan," ungkap seorang warga setempat bernama Tim Brown.
Brown menyebut kalau mereka yang memarkir mobil di kuburan tersebut lebih dikarenakan malas berjalan jauh. Karena tempat parkir sudah penuh terisi, penonton ada yang harus berjalan sekitar lima mil dari tempat dia menaruh kendaraannya hingga sampai ke lokasi pertandingan.
"Pemakaman dan Geraja adalah tempat di mana Anda menaruh hormat pada mereka yang sudah tiada -dan jelas sekali kalau orang-orang ini tak punya rasa hormat itu," ketus Brown.
Meski dunia tengah didera krisis finansial, namun Wimbledon sepertinya sama sekali tak terpengaruh. Seperti diberitakan sebelumnya, jumlah penonton yang datang di hari pertama lalu bahkan telah memecahkan rekor penjualan tiket.
(din/roz)











































