Usai absennya petenis putra nomor satu dunia saat ini, Rafael Nadal, Federer dan Murray adalah dua petenis yang paling diunggulkan di Wimbledon saat ini. Keduanya bahkan diekspektasikan untuk saling tempur pada partai final turnamen lapangan rumput tersebut.
Sementara Djokovic, yang belum meraih satu titel bergengsi pun tahun ini, tak banyak diperbincangkan. Apalagi prestasinya di Wimbledon tahun lalu hanya sampai babak kedua, di mana ia disungkurkan oleh Marat Safin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini saya senang karena orang-orang tak banyak membicarakan saya. Hal ini memberikan saya kebebasan untuk menampilkan permainan terbaik yang saya bisa di lapangan," ujarnya seperti dilansir Reuters.
"Andy (Murray) berasal dari sini dan tentu saja semua orang mengharapkan ia menjadi pemain Britania Raya pertama yang menjuarai Wimbeldon setelah waktu yang cukup lama."
"Lalu ada Roger yang telah menyamai rekor Pete Sampras dalam hal titel gelar grand slam. Ia pernah menjadi juara sebanyak lima kali di sini, jadi wajar apabila ia diperhitungkan."
Meskipun demikian, bukan berarti Djokovic tak punya tujuan di turnamen Wimbledon kali ini. Pemuda 22 tahun ini tetap berharap bisa tampil sebagai juara tahun ini.
"Adalah hal yang normal apabila mereka tengah menjadi sorotan kali ini. Tapi, saya selalu bermimpi bisa menjuarai Wimbledon. Ini adalah turnamen yang prestisius, jadi saya berharap bisa meraih kesempatan dan kehormatan di sini suatu hari nanti."
(roz/roz)











































