Kali terakhir seorang petenis Inggris berjaya di Wimbledon adalah pada tahun 1977 silam ketika Virginia Wade menjadi jawara. Tapi Wade adalah seorang petenis putri.
Untuk kategori petenis putra, puasa titel juara bahkan lebih mengenaskan lagi. Selama 73 tahun, belum ada petenis putra Inggris yang berhasil menjadi kampiun lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dukungan untuk Murray datang dari Wade, orang Inggris terakhir yang jadi juara Wimbledon. Dia menilai Murray punya kans besar jadi juara karena dasar-dasar tenisnya semasa kecil diletakkan oleh sang ibunda, Judy. Ini bikin permainannya jadi variatif dan tak hanya mengandalkan power semata.
"Judy adalah seorang pelatih yang bagus, dia menambahkan sejumlah sentuhan pukulan ke permainan Andy sehingga tak hanya bermodalkan kekuatan pukulan," nilai mantan petenis putri nomor dua dunia tersebut di The Sun, Senin (29/6/2009).
Perkembangan permainan Murray pun tak luput dari pengamatan Wade. Dia disebutnya tak hanya jago secara fisik, tapi juga unggul di otak.
"Andy terus menjadi lebih baik. Dia memiliki banyak pilihan untuk permainannya. Sangat menarik memiliki pelatih perempuan. Aset terbaiknya adalah dia baik sekali dalam mengejar dan mengembalikan bola, dan permainan defensifnya juga bagus. Tapi dia juga bisa tampil agresif."
"Dia jauh lebih cerdas dari kebanyakan petenis yang saya lihat. Semua orang adalah ancaman, tapi tampaknya dia bisa terus maju ke final," tegas Wade.
(krs/a2s)











































