Setelah diperkirakan akan "mubazir" tahun ini, karena suhu Kota London justru sangat panas di pekan pertama lalu, atap geser tersebut akhirnya digunakan untuk pertama kali. Dinara Safina dan Amelie Mauresmo jadi dua petenis yang mendapat kehormatan untuk pertama kali bermain di bawahnya.
Hujan yang pada tahun sebelumnya jadi sesuatu yang sangat dihindari, kini tak perlu lagi dihindari. Bahkan sejak pekan lalu, hujan sangat diharap-harapkan oleh penonton yang datang karena mereka mau melihat atap baru tersebut. Dan keinginan publik Wimbeldon terwujud beberapa jam lalu, meski hujan sesungguhnya tak turun dengan deras-deras sekali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atap geser bernilai 80 juta poundsterling tersebut membutuhkan waktu tujuh menit untuk menutup. Dan saat kedua sisi atap bertemu di tengah lapangan, penonton yang memadati arena spontan berdiri dari kursinya dan memberikan tepuk tangan meriah. Kilatan cahaya kamera pun langsung membanjiri ruangan stadion yang kini tertutup itu
Hujan tak lama kemudian berhenti, namun atap tersebut tetap dibiarkan tertutup. Pertandingan antara Safina vs Mauresmo yang dihentikan pada pukul 16.35 waktu setempat akhirnya dilanjutkan pukul 17:19, atau terhenti sekitar 49 menit.
"Kami sudah menunggunya sejak lama. Ini adalah kali pertama di Wimbledon orang-orang menunggu datangnya hujan, meski kami masih berharap cuaca cerah dan matahari bersinar terang," ungkap Presiden Eksekutif All England Club, Ian Ritchie.
Atap geser Wimbledon ini terbuat dari kain yang ringan dan fleksibel bernama Tenara yang bisa dilipat di atas penyangga dengan total berjumlah 10. Terletak 16 meter di atas permukaan lapangan, atap ini lumayan tinggi untuk mencegah bola lob menabraknya.
Tahun ini, untuk kali pertama sejak diadakan tahun 1877, Wimbledon akhirnya menjadi sebuah turnamen tenis in door. (din/din)










































