Pada pertandingan yang dihelat di Centre Court, Rabu (1/7/2009) malam WIB, petenis kelahiran Glasgow itu menundukkan Ferrero dengan skor 7-5 6-3 dan 6-2. Sebagai pemain asal Britania Raya, wajar apabila kebanyakan penonton yang hadir di All England Club memberikan dukungan penuh untuknya.
Selain itu, ada beban lain yang ditaruh di pundak Murray. Sudah 73 tahun belum pernah ada petenis pria asal Inggris Raya yang keluar sebagai juara di Wimbledon. Oleh karena itu, publik Inggris sangat berharap pemuda 22 tahun itu bisa meraih titel juara pada perhelatan kali ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa mencapai babak semifinal untuk pertama kalinya merupakan sebuah hal yang menyenangkan. Saya harus mengeluarkan kemampuan terbaik saya untuk bisa melangkah lebih jauh lagi," ujarnya seperti dilansir Reuters.
"Setelah saya merebut set pertama, saya agak sedikit rileks dan saya akhirnya kembali dengan akhir yang sangat bagus," tandasnya lagi, mengomentari pertandingannya melawan Ferrero.
Murray mengakhiri perlawanan Ferrero dalam satu jam dan 41 menit. Ia dinyatakan keluar sebagai pemenang setelah forehand petenis asal Spanyol itu melambung tinggi.
Di babak semifinal, Murray akan menghadapi pemenang dari pertarungan antara Andy Roddick dan Lleyton Hewitt. Roddick merupakan unggulan keenam dalam turnamen ini, sementara Hewitt merupakan juara pada tahun 2002.
"Keduanya sangat berat, dan memiliki pengalaman. Keduanya merupakan mantan pemain nomor satu dunia dan pernah memenangi grand slam, jadi saya pikir nanti akan menjadi pertandingan yang berat," demikian Murray memprediksi laganya melawan Roddik atau Hewitt.Β Β
(roz/din)










































