Dinara Safina dan Elena Dementieva sama-sama orang Rusia. Di babak empat besar Wimbledon, keduanya punya tugas berat dalam berusaha menghadang laju Williams bersaudara, Serena dan Venus.
Banyak yang menilai bahwa perjuangan Safina dan Dementieva tak bakal mudah mengingat performa dua Williams yang apik. Namun, tentu saja apapun bisa terjadi di lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tak rugi apa-apa..Saya sudah pernah melawannya di Roma dan mengalahkannya. Saya tahu senjatanya, saya punya senjata sendiri. Jadi saya akan ke sana, bermain sebaiknya dan kita lihat saja nanti," kata Safina di Reuters.
Sementara Dementieva yang di empat besar akan berhadapan dengan Serena sebenarnya juga punya rekam jejak bagus. Dari lima pertemuan terakhir lawan Serena, empat di antaranya bisa dimenangi Dementieva.
Akan tetapi, Federer yang di sektor putra menjadi unggulan utama tetap lebih menjagokan Serena dan Venus untuk menang dan saling berhadapan di final. "Tampaknya saat mereka main bagus, tak ada peluang untuk gadis-gadis yang lain," nilai Federer.
"Apa yang sudah dilakukan Venus di Wimbledon cukup luar biasa...selama sekian tahun sudah demikian konsisten. Serena yang sudah memenangi Grand Slam (tahun ini) selalu jadi penantang utama di tiap kompetisi besar beberapa tahun terakhir," ulas petenis Swiss itu.
Dalam karirnya, Venus sudah lima kali menjadi jawara di Wimbledon. Sementara Serena sang adik tahun ini sudah meraih titel Grand Slam-nya di Australia Terbuka.
(krs/a2s)











































