Venus memastikan tiket laga puncak Wimbledon usai mengkandaskan petenis nomor satu dunia, Dinara Safina. Di final, Venus akan menghadapi adiknya, Serena.
Venus begitu menyayangi saudari yang lebih muda dua tahun darinya itu. "Saya tidak ingin melihat Serena kecewa karena apa pun sebabnya. Saya gembira Serena di final, namun sayang sekali dia harus megnhadapi saya," ujar Venus seperti dilansir dari News.com.au.
Namun di sisi lain, Venus tak ingin melepaskan kesempatan mencetak hattrick juara di Wimbledon. "Saya tak ingin melihat Serena kalah, namun saya sangat ingin menang. Saya juga tidak ingin kecewa," ujar petenis berusia 29 tahun tersebut.
Namun Venus tidak ingin berlama-lama membiarkan dirinya dalam dilema. Ia mengakui bahwa bertemunya (kembali) keluarga Williams di final Wimbledon merupakan mimpi yang menjadi kenyataan.
"Mimpi tak menjadi kenyataan ketika ia atau saya gagal melalui semifinal. Jadi, saya akan bermain optimal melawan Serena, karena mimpi kami berdua serta mimpi keluarga kami telah menjadi kenyataan," tutup petenis bernama lengkap Venus Ebony Starr Williams ini.
Laga Venus kontra Serena bakal menjadi final keempat sesama bersaudari Williams itu di All England Lawn Tennis and Croquet Club. Tahun lalu, Venus sukses mengalahkan Serena di final.
(nar/krs)











































