Sebut saja nama Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hariyanto Arbi, Ivana Lie, Fung Permadi dan Christian Hadinata. Sekarang muncul pula nama Maria Kristin dan Fran Kurniawan yang saat ini masih bermukim di pelatnas.
Sulit rasanya mencari tandingan prestasi dari nama-nama di atas. Dan kehebatan mereka semua berawal dari Kudus, di sebuah klub bernama PB Djarum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi justru dari situlah kejayaan bulutangkis Indonesia berawal. Diawali kemunculan Liem Swie King, PB Djarum kemudian menjelma menjadi tempat pembibitan pemain papan atas Indonesia dan bahkan dunia.
Kini, beberapa dasawarya berlalu, PB Djarum semakin menegaskan komitmennya pada dunia perbulutangkisan Indonesia.
Tak ada lagi tempat berlatih yang seadanya. Yang bisa disaksikan kini adalah sebuah komplek bangunan dengan luar mencapai 29.000 m2 lengkap dengan fasilitas kelas satu.
Terdapat asrama, yang terpisah putra dan putri, dengan fasilitas ekstra modern. Untuk keperluan lapangan, total ada 16 lapangan yang bisa digunakan, cantumkan juga sarana pendukung lain semacam perpustakaan, kantin dan ruang fisioterapis.
"Kami ingin meneruskan sejarah itu dan menelurkan pada pemain-pemain muda agar seperti senior mereka yang telah berjuang mengharumkan nama bangsa," terang Ketua Umum Persatuan Olahraga (POR) Djarum, FX Supanji.
Jadi, siapa juara terbaru yang akan muncul dari Kudus?
(din/roz)











































