Federer: Mimpi pun Tak Pernah

Federer: Mimpi pun Tak Pernah

- Sport
Senin, 06 Jul 2009 02:56 WIB
Federer: Mimpi pun Tak Pernah
London - Roger Federer membuktikan diri sebagai petenis terbaik sepanjang sejarah dengan memenangi titel Wimbledon tahun ini. Sebuah hal yang bahkan tak pernah Federer impikan.

Melalui laga maraton lebih dari empat jam, Minggu (5/7/2009), Federer menghentikan perlawanan alot Andy Roddick di final dengan skor 5-7, 7-6 (8-6), 7-6 (7-5), 3-6, 16-14.

Kemenangan atas Roddick menjadi semacam obat nyeri bagi Federer yang tahun lalu gagal di final. Saat itu, pria 27 tahun itu dipecundangi Rafael Nadal yang kemudian selama setahun berikutnya mendominasi tenis putra dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak mengangkat trofi tahun lalu. Saya merasa senang setelah sebuah pertandingan yang gila dan bisa berlangsung beberapa jam lagi. Kepala saya masih pusing," komentar Federer dikutip AFP.

Ini adalah titel keenam Federer di Wimbledon. Yang lebih hebat, ini juga menjadi titel Grand Slam ke-15 sepanjang karir petenis Swiss itu; yang terbanyak dalam sejarah.

"Memperoleh 15 titel Grand Slam bukanlah sesuatu yang Anda impikan saat Anda masih bocah. Tetapi saya punya karir yang hebat. Ini luar biasa, tetapi ini bukan tujuan saya bermain tenis," tukas Federer.

Sejak kalah dari Nadal tahun lalu, Federer menukik. Ia kehilangan ranking 1 dunia, gagal di Australia Terbuka dan sempat kering prestasi sebelum mencapai titik balik di Prancis Terbuka dan Wimbledon.

"Ini tahun yang gila. Untuk bisa melaju dan bertarung balik, menang di Paris dan sekarang berturut-turut di Wimbledon, sesuatu yang dilakukan Bjorn (Borg) beberapa kali, ini luar biasa," girang Federer.

Federer tak lupa menyanjung Roddick yang telah membuatnya harus memeras keringat lebih keras untuk bisa menang. Meski gagal menebus tiga kekalahan di Wimbledon sebelumnya, Roddick pantang menyerah hingga titik terakhir. (arp/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads