Melalui sebuah pertandingan yang menegangkan selama 4 jam lebih, Minggu (5/7/2009), Federer berhak atas titel Wimbledon dengan menghantam Roddick 5-7, 7-6 (8-6), 7-6 (7-5), 3-6, 16-14.
Menyesal untuk dirinya sendiri sudah tentu. Tetapi Roddick dengan setengah berseloroh minta maaf kepada Sampras karena ia gagal menghadang Federer menggusur Sampras sebagai pengoleksi gelar Grand Slam terbanyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kombinasi Wimbledon dan Federer memang bagai racun mematikan bagi Roddick. Empat kali mereka bertemu, sekali di semifinal 2003, dua kali di final 2004 dan 2005, Federer selalu menang.
"Roger adalah seorang juara sejati dan dia layak untuk semua yang telah ia dapatkan," ungkap petenis Amerika Serikat kelahiran 26 tahun silam tersebut kemudian.
"Saya berharap bisa kembali suatu hari dan mematrikan nama saya di papan daftar pemenang itu," tekad Roddick.
(arp/krs)











































