Sebelum final Wimbledon, Sampras dan Federer memegang rekor bersama dengan menguasai 14 titel Grand Slam. Konstelasi berubah setelah Federer mengatasi Andy Roddick, Minggu (5/7/2009).
Keberhasilan itu membuat debat yang selama ini mempertanyakan siapa petenis putra terbaik dunia sepanjang masa berakhir. Federer menjadi pemegang rekor tunggal dengan koleksi 15 gelar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi dia (Federer) sudah memenangi semua turnamen besar. Dia akan memenangi beberapa (gelar) lagi. Jadi menurut saya, dialah (yang terbaik)," imbuh Sampras yang sengaja terbang dari Amerika untuk menonton langsung final Wimbledon.
Sampras tidak merasa kalau ia telah dipermalukan Federer. Pria berusia 37 tahun itu malah mendorong Fedex (julukan Federer) berprestasi lebih mengingat usianya baru 27 tahun.
"Roger teman saya. Dia pemain hebat dan juga seorang pribadi yang baik. Dia sekarang punya 15, dan bisa meraih 17 atau 18 gelar utama. Jika dia bisa mempertahankannya dan terus bugar, dia bisa dapat 18 atau 19," kata Sampras.
"Federer adalah legenda dan dia seorang ikon. Dia punya 15 gelar, itu jumlah yang banyak. Sebuah pekerjaan besar, kredit saya buat dia," tuntas mantan petenis berjuluk Pistol Pete itu.
Foto: Para legenda. Dari kiri ke kanan: Bjorn Borg, Pete Sampras, Roger Federer dan Rod Laver. (AFP/Bob Martin)
(arp/krs)











































