Hingga pertengahan tahun ini, Federer sukses merengkuh dua gelar grandslam, masing-masing di Prancis Terbuka dan yang baru saja diraihnya adalah Wimbledon.
Kemenangan di Wimbledon berbuah manis, karena diiringi dengan kembalinya dia ke peringkat teratas petenis putra dunia yang lepas dari genggamannya sejak Agustus silam. Selain itu, petenis berkebangsaan Swiss tersebut sukses memecahkan rekor dengan koleksi 15 gelar grandslam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Catatan Federer di final kejuaraan besar sejauh ini adalah 15 kemenangan dan lima kekalahan. Seluruh kekalahan itu diderita dari Nadal.
"Banyak yang berkata bahwa 'Anda harus mengalahkan petenis tertentu untuk menjadi yang terbaik'. Saya tak setuju. Ketika Bjorn Borg mundur dari tenis pada usia 27 tahun, apakah John McEnroe mengambil keuntungan? Tidak," kata Federer seperti dikutip dari Reuters.
Menurut petenis berjuluk Fedex itu, ia tidak terlalu mementingkan rivalitas dengan Nadal. "Saya selalu mengatakan bahwa Anda harus mengalahkan siapa pun lawan yang menghadang. Rafa (Nadal) ambil bagian di Prancis Tebuka. Namun saya tidak menghadapinya di final dan itu tidak berpengaruh bagi saya," tutupnya.
Β
Β Β
Foto: Rafael Nadal dan Roger Federer, usai melakoni final Madrid Open, pertengahan Mei silam (Reuters)
(nar/a2s)











































