Sejak bulan April lalu, Safina bercokol di peringkat teratas WTA. Posisi itu terus dia jejak sampai sekarang, kendati banyak keraguan menyoal pantas tidaknya si petenis Rusia ada di posisi itu.
Keraguan itu sendiri bermuara kepada prestasi Safina yang sama sekali belum pernah jadi jawara Grand Slam. Padahal si rangking dua Serena Williams tahun ini saja sudah menang di Australia Terbuka dan Wimbledon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan aku yang mengerjakan sistem peringkat. Kalau dia memiliki pertanyaan, dia bisa memberikan itu kepada WTA yang mengerjakan sistem peringkat," cetus Safina di Reuters.
"Itu adalah hasil dari permainanmu setahun penuh, bukan hanya hasil dari empat grand slam. Aku sudah bermain sepanjang tahun dan aku mendapatkan hasil-hasil bagus di grand slam," nilai dia.
Tahun ini, Safina sudah dari jawara di Roma, Madrid dan Portorotz. Sementara di ajang Grand Slam, dia mencapai final Australia Terbuka dan Prancis Terbuka, dan semifinal Wimbledon.
Dari tiga ajang Grand Slam yang diikutinya tahun ini tersebut, Safina kalah oleh Serena di Australia Terbuka, oleh Svetlana Kuznetsova di Roland Garros dan dari Venus Williams di Wimbledon.
Menghadapi Williams bersaudara sendiri, Safina total baru menang dua kali dan kalah sembilan kali. Namun, statistik itu juga tak bikin Safina kecil hati.
"Sistem peringkat ini tidak hanya didasarkan kepada jika Anda bisa mengalahkan Serena dan Venus. Itu didasarkan kepada permainan Anda sepanjang tahun. Tak ada hubungannya dengan rekor Anda melawan mereka," sergah Safina.
Pernyataan petenis berusia 23 tahun tersebut sekaligus menjawab komentar dari mantan petenis putri rangking satu dunia, Jelena Jankovic. Dia sebelumnya mengaku secara pribadi akan memilih Serena menjadi nomor satu dunia, bukan Safina.
Jankovic sendiri punya rekor apik lawan Williams bersaudara, dengan 8 kemenangan dan 8 kekalahan. Catatan ini cukup dia banggakan, meski Safina yang memandangnya dengan sebelah mata mempergunakan itu untuk membalas komentar miring Jankovic.
"Apa dia mengalahkan mereka di final sebuah grand slam? Tidak. Tak masuk hitungan kalau cuma mengalahkan mereka di (turnamen) tier empat," sindir Safina.
(krs/a2s)











































