Bulan lalu, Gasqut dinyatakan bebas dari sanksi setelah pengadilan independen memutuskan bahwa petenis 23 tahun itu tidak terbukti mengonsumsi doping berupa kokain.
Saat itu, pengadilan independen menyatakan bahwa Gasquet hanya mengonsumsi kokain dalam jumlah yang terlalu sedikit. Gasquet dalam pembelaannya mengatakan bahwa kokain itu masuk ke tubuhnya setelah ia berciuman dengan seorang perempuan di sebuah klub malam.
Meski telah diputus tak bersalah, Gasquet tak bisa tenang karena ITF berencana mengajukan kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) yang berkedudukan di Lausanne, Swiss.
Pengajuan kasus ke CAS ini berpeluang menjerat Gasquet untuk diskors selama dua tahun sebagaimana diatur oleh Badan Anti Doping Dunia (WADA).
"ITF mengonfirmasi bahwa, bersama WADA, telah mengajukan banding ke CAS perihal keputusan dari pengadilan independen terkait kasus Richard Gasquet," demikian pernyataan ITF seperti dilansir Reuters.
Yurisprudensi kasus yang serupa pun sudah ada. Petenis putri Swiss Martina Hingis terbukti positif mengonsumsi kokain pasca kekalahannya di Wimbledon 2007 dan diskors selama dua tahun.
Hingis bersikeras bahwa ia tidak pernah mengonsumsi barang terlarang tersebut, tetapi tidak mengajukan banding atas sanksi tersebut. Hingis malah memilih pensiun pada November 2007.
Hingis bisa aktif bertenis lagi pada akhir September 2009 mendatang.
Gasquet sendiri kedapatan positif mengonsumsi kokain pasca menarik diri dari Sony Ericsson Open di Key Biscayne, Maret silam.
(arp/roz)











































