Dengan dua set langsung Pennetta menundukkan lawannya itu, yang merupakan unggulan ke-13, dengan skor 6-4 6-3. Maka bertambah pula koleksi gelar Pennetta menjadi delapan, sedangkan Stosur masih harus menunda kapan bisa meraih titel WTA-nya.
Dalam perjalanannya ke final Pennetta antara lain menyingkirkan unggulan kedua Vera Zvonareva dan mantan pemain nomor satu dunia Maria Sharapova di semifinal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku tak pernah memenangi sebuah turnamen seukuran ini, dan aku sangat bahagia," sambung unggulan ke-10 ini. "Aku pernah main di beberapa final sebelumnya. Ini tidaklah sama karena yang satu ini turnamen sangat besar. Tapi aku memang sudah siap hari ini."
Sementara itu Stosur mengaku kecewa dengan kekalahannya ini. Keinginan untuk segera meraih gelar juara sempat begitu membuncah dalam dirinya. Apalagi di babak sebelumnya ia mampu menjungkalkan pemain-pemain bagus seperti Ana Ivanovic, Zheng Jie, dan Sorana Cirstea.
"Ya, aku kecewa," sahut petenis Australia berusia 25 tahun itu, yang belum pernah menjadi juara dalam lima final turnamen yang pernah ia lakoni.
"Aku ingin sekali memenangi titel pertamaku hari ini. Tapi ternyata tidak bisa. Aku sudah bermain sangat baik hari ini, tapi diaΒ bermain sedikit lebih baik daripada aku," tukas Stosur. (a2s/nar)











































