Kegagalan dini lagi-lagi Safin temui. Untuk kali keenam dalam delapan ajang, petenis Rusia itu kembali takluk pada hambatan pertama. Kali ini di Montreal Masters, Safin takluk 2-6 6-3 dan 2-6 dari Gael Monfils di babak pertama.
Dalam duel tersebut, Monfils langsung menutup set pertama dalam 30 menit saja. Tapi Safin yang pernah duduk di peringkat satu dunia pada sembilan tahun silam lantas mampu bangkit dan membalas di set kedua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemenangan lepas di set ketiga. Aku hanya sedikit gugup. Itu lolos dari genggamanku. Aku terlalu menginginkannya. Aku tahu harus bagaimana tapi sulit sekali," sesal Safin di Reuters.
Hasil itu bukan hanya bikin kans meraih satu gelar tambahan lepas dari genggaman, tapi juga mencederai kepercayaan diri Safin yang berencana pensiun akhir musim nanti.
"Aku realistis. Aku tahu takkan bisa menang (menambah titel). Tak mungkin. Kini jadi makin sulit saja di setiap turnamen. Tidak mudah untuk bermain. Setiap pertandingan adalah pertarungan. Sulit untuk tidak tergelincir di momen-momen penting," tutur dia.
Meski demikian, kakak kandung petenis putri nomor satu dunia Dinara Safina itu tidak lantas pasrah begitu saja. Kalaupun tak bisa juara lagi, dia hanya ingin mendulang hasil maksimal di ajang-ajang berikutnya.
"Aku ingin menutupnya dengan kesan yang tepat. Aku harus lebih menikmatinya. Aku hanya ingin mengakhiri (tenis) dengan manis," tandas Safin yang juga dikenal dengan "kesukaannya" melampiaskan kekesalan kepada raket itu.
(krs/key)










































