Clijsters yang merupakan mantan petenis nomor satu dunia kembali mengikuti turnamen usai dua tahun absen. Di Cincinnati Open tahun ini, ia memperlihatkan kebolehannya dengan menundukkan lawan satu per satu sampai akhirnya melaju ke perempatfinal.
Di sinilah ia kemudian bertemu dengan Safina. Pada pertandingan yang dihelat di Lindner Family Tennis Center, Sabtu (15/8/2009) dinihari WIB, Clijsters harus menerima kenyataan bahwa Safina lebih tangguh dari dirinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya merasa bahwa Dinara menunjukkan salah satu permainan tenis terbaik yang pernah saya lihat. Dia tak memberikan kesempatan untuk melangkah dan selalu menekan," tandasnya seperti dilansir Reuters.
"Dia benar-benar memukul bola tajam ke tengah lapangan. Dia telah mengembangkan permainannya dalam beberapa tahun terakhir," lanjut Clijsters.
Sementara pada pertandingan sebelumnya, petenis Rusia, Elena Dementieva, sukses menundukkan Caroline Wozniacki asal Denmark. Pada pertandingan ini Dementieva menang dua set langsung 6-2 6-1.
Bagi Dementieva, kemenangan ini seperti sebuah pembalasan dendam. Pasalnya ia sebelumnya sudah bertemu Wozniacki dua kali tahun ini, namun pada dua kesempatan tersebut selalu kalah.
(roz/roz)











































