Pada pertandingan yang berakhir Minggu (16/8/2009) pagi WIB, Del Potro yang merupakan unggulan keenam berhasil bangkit dari kekalahan di set pertama. Lewat pertarungan mengesankan ia menyudahi petenis AS itu dengan 4-6 6-2 7-5.
Di set kedua Del Potro mulai "mengamuk" dengan meninggalkan Roddick sampai 4-0. Permainannya di baseline, dan servis-servis kerasnya membuat Roddick tak banyak berkutik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini adalah kemenangan berturut-turut ke-10 yang ditorehkan pemain Argentina berusia 20 tahun itu, termasuk ketika mengalahkan Roddick juga di final Washington Classic pekan lalu.
"Dua minggu terakhirnya sangat berat, tapi ini sebuah kesempatan untuk memenangi lagi sebuah turnamen," ujar Del Potro, yang baru kali ini lolos ke babak final turnamen level Masters.
Di partai puncak ia akan berjumpa unggulan ketiga asal Inggris Raya, Andy Murray, yang menghempaskan Jo-Wilfried Tsonga beberapa jam lalu. Seusai turnamen ini Murray dipastikan menjadi pemain nomor dua dunia, menggusur Rafael Nadal.
"Ini bagus buatku. Aku senang bertarung melawan pemain-pemain yang lebih baik daripada aku. Kurasa dia (Murray) akan punya pressure. Tapi aku pun harus memainkan permainan terbaikku," sambung Del Potro.
Sementara itu Roddick, yang di perempatfinal menyingkirkan Novak Djokovic, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. "Yang barusan itu adalah permainan terburukku belakangan ini. Aku takkan melupakannya," tutur dia, dikutip Reuters. (a2s/a2s)











































