Ambisi Murray Kudeta Federer

Ambisi Murray Kudeta Federer

- Sport
Rabu, 19 Agu 2009 07:21 WIB
Ambisi Murray Kudeta Federer
Cincinnati - Usai menyingkirkan Rafael Nadal dari posisi nomor dua dunia, Andy Murray menancapkan target berikutnya. Ia siap menjungkalkan Roger Federer dari posisi petenis nomor satu dunia saat ini.

Beberapa hari usai menggeser posisi Nadal dari urutan nomor dua, Murray tampil sebagai juara di Rogers Cup dengan menundukkan Juan Martin Del Potro di partai final. Selanjutnya ia bakal berlaga di Cincinnati Masters.

Saat ini Murray memiliki poin 9.250. Jika dirinya bisa tampil bagus di Cincinnati Masters pekan ini, maka ia bisa memperkecil selisih dengan Federer, yang kini mengoleksi 11.040 poin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jarak tersebut tak terlalu lebar. Hanya masalah memenangi beberapa pertandingan saja. Andai saya bisa tampil bagus di Australia Terbuka atau tak kalah dari Andy Roddick di semifinal Wimbeldon, siapa yang tahu hasilnya akan beda?"

"Saya tahu jika saya menang di semifinal perjalanannya masih panjang. Tetapi hal itu bisa saja membuat perbedaan besar. Saya bisa saja sangat dekat dengan roger jika memenangi dua pertandingan sejak semifinal itu," ujarnya seperti dilansir Reuters.

"Hanya itulah satu-satunya perbedaan, menjuarai Grand Slam. Menjadi yang nomor satu atau nomor dua hanya karena konsistensi di turnamen lain sama saja seperti itu," lanjutnya lagi.

Jika tampil sebagai juara di Cincinnati Masters, maka petenis kelahiran Glasgow ini akan semakin dekat menuju tahta Federer. Masalahnya hanya ada tiga orang yang pernah menjadi juara di Cincinnati Masters setelah menang di Rogers Cup, yakni Federer, Andre Agassi dan Patrick Rafter.

Selain itu, Murray juga masih harus berhadapan dengan Grand Slam terakhir tahun ini, AS Terbuka, yang akan dimulai pada 31 Agustus. Terlalu memvorsir diri di Cincinnati Masters bisa saja mengurangi kesegarannya di AS Terbuka.

Toh demikian, ia tetap optimistis bisa tampil konsisten di dua turnamen tersebut. Alasannya, ia sudah beristirahat selama lima pekan usai tersingkir di Wimbeldon beberapa bulan silam.

"Di AS Terbuka, Anda bisa memainkan pertandingan perdana pada hari Rabu. Jadi secara teori Anda memiliki jeda sembilan hari dari satu pertandingan ke pertandingan lain."

"Karena saya telah beristirahat lima pekan setelah Wimbledon, saya akan sangat segar. Saya pikir mental lebih penting ketimbang fisik, karena secara fisik saya merasa cukup kuat untuk menjuarai Grand Slam itu."

"Anda harus datang ke sana dengan mental yang segar. Turnamen itu akan menjadi beberapa pekan yang melelahkan mental jika Anda ingin tampil bagus," tukasnya.

(roz/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads