Sharapova sempat absen selama sekitar sembilan bulan akibat cedera bahu. Setelah menjalani proses pemulihan baru di Toronto dia berpeluang meraih gelar juara, yang pertama sejak April 2008, dengan mencapai final Rogers Cup untuk menghadapi Elena Dementieva.
"Kembali setelah beberapa saat tidak bermain selalu sulit, terutama itu dikarenakan cedera. Aku sangat bersyukur aku berkesempatan ke final lagi dan juga cara aku bisa belajar sesuatu dari setiap partai. Rasanya hampir seperti jadi langkah baru dalam karirku," aku Sharapova di Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertandingan yang berjalan selama sekitar 2,5 setengah jam tersebut Sharapova juga hanya bisa lima kali memanfaatkan 22 peluang break yang ada dari Kleybanova, yang sebelumnya berhasil menyingkirkan unggulan lima Jelena Jankovic.
"Anda harus berharap dia akan memainkan tenis terbaiknya, tampil tanpa beban. Kemarin dia sudah mengalahkan seorang pemain top jadi dia makin percaya diri dan bermain dengan seluruh kemampuan," nilai Sharapova.
Jika titel di Rogers Cup berhasil diraih Sharapova, ini jelas akan jadi modal berharga untuk menambah bekal psikologis buatnya sebelum gelaran Grand Slam AS Terbuka akhir Agustus nanti.
(krs/arp)











































