Federer menjadi ayah untuk si kembar Charlene Riva dan Myla Rose pada 23 Juli lalu. Kelahiran dua putri kembar dari rahim istrinya, Mirka, terjadi beberapa hari setelah pria 27 tahun itu menjuarai Wimbledon.
Menjadi ayah adalah sebuah pengalaman yang baru bagi atlet sekelas Federer. Namun tampaknya petenis Swiss itu mampu mengatasi kesulitan jadi ayah seperti harus bangun tengah malam, misalnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini musim panas yang mengagumkan, untuk kehidupan pribadi dan profesional saya. Saya kadang masih sulit percaya saya mampu menjuara Paris (Prancis Terbuka) dan Wimbledon secara beruntun," ujar Federer di Reuters.
"Hal ini datang di saat yang tepat. Saya pikir ini luar biasa, dengan saya kembali jadi nomor satu berkat gelar Wimbledon. Jadi nomor satu dan memiliki putri kembar, itu tidak terjadi setiap hari," tukas Federer.
Federer menghadapi tantangan untuk merebut titel keenamnya secara berurutan di AS Terbuka yang dimulai pekan depan. Petenis Swiss itu akan mencoba sekali lagi membuktikan bahwa menjadi ayah tidak menghambat karirnya.
"Saya tidak melihat ada yang berubah karena kehadiran si kembar. Jelas, mereka memiliki pengaruh dalam hidup. Sejauh ini, pengaruh itu positif dan tidak membuat saya kehilangan performa. Jadi saya optimisits dengan masa depan karir tenis saya," tegas Federer.
(arp/roz)











































