Lima edisi terakhir AS Terbuka memang jadi milik Federer. Satu gelar lagi dan petenis Swiss itu akan menyamai capaian Bill Tilden yang juara enam kali pada 1920-1925, sebelum era terbuka dikenal di dunia tenis.
"Para fans membuat saya semangat. Itulah mengapa saya sangat tidak sabar untuk kembali ke sana," ujar Federer beberapa waktu setelah menjuarai Cincinnati Masters seperti dikutip Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun lalu, situasi tidak mendukung Federer. Ia baru saja kalah di final Wimbledon di tangan Rafael Nadal, kehilangan rangking satu dunia dan gagal total di Olimpiade Beijing.
Namun fans di Flushing Meadows sangat suportif kepada Federer. Pada ujungnya, suami Mirka Vavrinec itu menyudahi turnamen Grans Slam terakhir tahun itu sebagai juara.
"Mereka sangat hebat. Sepertinya, semua sopir taksi di sana dan semua orang menghentikan saya untuk mengucapkan semoga sukses bagi saya," kenang Federer.
"Itu sesuatu yang belum pernah saya alami sebelumnya di New York. Saya pikir dukungan itu membalikkan keadaan untuk saya," tandas petenis yang baru saja memenangi titel Grand Slam ke-15-nya itu.
(arp/roz)











































