Kritik demi kritik harus dihadapi Safina setelah menempati rangking satu dunia bulan April silam. Kelayakan Dina, begitu dia disapa, berada di posisi itu dipertanyakan mengingat belum satu gelar grand slam pun berhasil dia dapatkan.
Maka ketika gadis Rusia berusia 23 tahun tersebut kesulitan melewati partai pertamanya di Flushing Meadows, Rabu (3/9/2009), meski hanya menghadapi Olivia Rogowska yang relatif belum punya nama, cibiran pun kembali datang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda membuka halaman (surat kabar dan yang Anda baca adalah), dia membuat delapan double fault, 43 unforced error. Dia kepayahan, nyaris kalah dari petenis 18 tahun," ucap Safin di Reuters.
"Siapa yang peduli dengan itu? Maksudku dialah petenis nomor satu dunia. Aku harus melindungi adikku. Gadis malang, dia mengusahakan yang terbaik. Dia tampil baik. Dia mendapatkan perhatian, hanya saja bukan yang seharusnya didapat seseorang, terutama ketika Anda nomor satu di dunia," cetus dia lagi.
Salah satu pengkritik terbesar dari sistem WTA yang menempatkan Dinara di puncak adalah Serena Williams si peringkat dua dunia, yang heran dengan posisinya kendati sudah dua kali meraih gelar grand slam tahun ini.
Sistem WTA sendiri sebenarnya lebih menghitung konsistensi seorang petenis. Maka dari itu Safina, yang dalam 12 bulan terakhir sudah mencapai 15 final turnamen dan memenangi tujuh di antaranya, berhasil sampai ke tempat teratas.
"Bukan dia yang bikin sistem rangking itu. Terima saja. Jangan ganggu dia," seru Safin yang baru saja tersingkir dari AS Terbuka 2009.
(krs/din)











































