Sang Ibu Belum Berhenti Melaju

AS Terbuka

Sang Ibu Belum Berhenti Melaju

- Sport
Senin, 07 Sep 2009 07:50 WIB
Sang Ibu Belum Berhenti Melaju
New York - Laju Kim Clijsters di AS Terbuka belum berhenti. Tak tanggung-tanggung, Venus Williams juga menjadi korban dari ibu satu anak tersebut. Seperti apa perjuangan Clijsters di grandslam pertamanya selepas comeback?

Clijsters sempat gantung raket sementara pada Mei 2007 karena menikah dan berkeluarga.

Dua tahun berselang, petenis berkebangsaan Belgia tersebut kembali ke arena. Cincinnati Open menjadi turnamen resmi pertamanya. Perjalanan Clijsters mencapai perempatfinal. Turnamen berikutnya adalah Rogers Cup. Di sini, petenis berusia 26 tahun tersebut terhenti di babak ketiga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AS Terbuka menjadi grandslam pertamanya pasca comeback. Sejauh ini, sang juara US Open tahun 2005 mencetak hasil yang bagus. Tampil sebagai petenis wildcard, Clijsters kini telah berada di perempatfinal.

Sejumlah petenis yang memiliki peringkat lebih baik seperti Marion Bartoli dan Venus Williams, dipaksa bertekuk lutut oleh ibu satu anak ini.

"Tenis merupakan olahraga yang sangat luar biasa. Saya juga senang karena sudah memiliki keluarga. Saya gembira, bisa membuat kedua hal itu seimbang," demikian tukas Clijsters selepas menekuk Venus, seperti dilansir dari Telegraph.

"Saya sudah bekerja sangat keras dalam tujuh hingga delapan bulan terakhir dan saya sangat menikmati pencapaian ini."

Apa tanggapannya soal laga melawan Venus? "Ini sebuah pertandingan yang luar biasa, terutama di dua set pertama. Ketika saya kalah di set kedua, saya berkata dalam hati 'Mulailah lagi dan beratrunglah untuk setiap poin'," tutupnya.

Memang, untuk mengulangi juara empat tahun silam, jalan yang harus ditempuh Clijsters masih cukup jauh. Meski begitu, pemilik nama lengkap Kim Antonie Lode Clijsters tersebut juga punya kesempatan.

Mampukah Clijsters menjadi petenis ketiga yang berstatus ibu yang menjuarai grandslam? Sejauh ini, ada dua petenis putri yang mengangkat piala turnamen tenis kasta tertinggi itu ketika sudah menjadi ibu. Mereka adalah Margaret Court dan Evonne Goolagong, dua petenis Australia periode 1970-an. (nar/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads