'Ibu' Clijsters di Ambang Sejarah

AS Terbuka

'Ibu' Clijsters di Ambang Sejarah

- Sport
Minggu, 13 Sep 2009 15:03 WIB
Ibu Clijsters di Ambang Sejarah
New York - Perjalanan Kim Clijsters untuk menuju trofi juara AS Terbuka tinggal satu langkah lagi. Akankah petenis Belgia itu menjadi ibu pertama yang menjuarai grandslam dalam tiga dasawarsa terakhir?

Hampir 30 tahun tidak ada petenis putri yang menyandang status ibu, yang menjadi juara grandslam. Evane Goolagong (Australia) adalah ibu terakhir yang berjaya di grandslam dengan memenangi Wimbledon tahun 1980.

Kini, Clijsters siap mengikuti jejak Goolagong. Ibu dari Jada Lynch (18 bulan) tersebut telah berada di laga puncak AS Terbuka. Yang lebih istimewa lagi, petenis Belgia ini melakukannya di grandslam pertamanya selepas dua tahun pensiun karena akan menikah dan berkeluarga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perjalanan Clijsters juga diwarnai kemenangan atas dua petenis unggulan, Venus dan Serena Williams, masing-masing di babak keempat dan semifinal.

"Saya tidak pernah terpikir bisa mengalahkan Venus dan Serena. Saya berusaha dan berusaha untuk tampil sebaik-baiknya, namun saya tidak pernah berharap bisa mendapatkan hal ini secepat saat ini," demikian tukas Clijsters seperti dikutip dari situs resmi turnamen, USOpen.org.

Apa rahasia petenis berusia 26 tahun itu dalam mengarungi AS Terbuka tahun ini?

"Saya hanya berusaha untuk fokus dan tak kehilangan irama yang telah saya miliki dalam sekitar tiga pekan terakhir di sini. Saya selalu berusaha untuk menjaga semua itu hingga turnamen berakhir," pungkas petenis yang dijuluki Miss Congeniality itu.

Tantangan terakhir bagi Clijsters adalah petenis Denmark Caroline Wozniacki.

Mampukah Clijsters, juara AS Terbuka tahun 2005 itu, mampu mengulang prestasinya empat tahun silam dan mencatat sejarah sebagai ibu pertama dalam tiga dekade terakhir yang berjaya di grandslam?

(nar/nar)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads