Insiden tersebut terjadi ketika Serena bertanding melawan Kim Clijsters di babak semifinal. Ketika kedudukan 6-5 tersebut terjadi insiden tepatnya ketika Serena melakukan servis saat ia tertinggal 15-30.
Keputusan penjaga garis memvonis Serena terkena double fault, yang membuat Clijsters unggul 40-15, diprotes oleh petenis asal Amerika Serikat tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, penjaga garis melapor kepada wasit bahwa Serena telah berkata-kata kasar dan mengancamnya.
"Andai saya bisa, maka saya akan melakukannya: memasukkan bola ini ke tenggorokanmu dan membunuhmu," demikian diberitakan Yahoo Sports soal kata-kata ancaman Serena terhadap penjaga garis.
Atas tindakannya tersebut, ia kemudian dijatuhi denda oleh panitia AS Terbuka. Serena didenda sejumlah 10.500 dolar AS (sekitar Rp 104 juta). Menurut Federasi Tenis Internasional, denda yang dijatuhkan bagi petenis putri ranking dua dunia itu merupakan yang terbesar yang pernah diterima oleh seorang petenis putri.
Sadar bahwa dirinya salah, Serena akhirnya memutuskan untuk meminta maaf. Selain itu dirinya juga memberikan ucapan selamat kepada Clijsters.
"Saya pikir sebuah permintaan maaf memang harus diajukan. Saya berpikir bahwa statmen saya sebelumnya juga adalah permintaan maaf. Untuk yang satu ini, saya juga ingin menambahkannya dengan ucapan selama untuk Kim," tukasnya seperti dilansir Reuters.
"Saya merasa kaki saya tak menyentuh garis ketika itu. Setelah melihatnya lagi, saya pikir dia (si penjaga garis) telah melakukan yang terbaik. Dia hanya melakukan tugasnya saja," tandasnya.
(roz/mrp)











































