Goolagong menjadi inspirasi bagi para ibu yang tetap berkarir saat ia menjuarai Wimbledon tahun 1980. Tiga tahun sebelumnya, petenis putri Australia itu melahirkan seorang putri.
Dua puluh sembilan tahun berselang, Clijsters mengikuti jejak Goolagong dengan menjuarai AS Terbuka. Dengan disaksikan putrinya, Jada, Clijsters menundukkan petenis muda Denmark, Caroline Wozniacki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ayo, ibu! Sangat mengagumkan melihat dia membawa putrinya ke lapangan untuk merayakan kemenangan itu. Sampaikan ucapan selamat saya bagi dia untuk kemenangan menakjubkan itu," tukas Goolagong yang kini berusia 58 tahun.
Goolagong memenangi 14 titel Grand Slam, 13 di antaranya ia rengkuh saat belum menjadi ibu. Goolagong, yang namanya menjadi Evonne Goolagong Cawley mengikuti nama suaminya, sempat tidak menyadari bahwa seorang ibu yang menjuarai Grand Slam itu sangat jarang terjadi.
"Lucu, ketika saya keluar lapangan, hal pertama yang diucapkan ofisial pertandingan pada saya adalah, 'Apakah Anda tahu kalau Anda ibu pertama setelah Dorothea Douglass Chambers menang di sini sebagai ibu tahun 1914'?" kata Goolagong.
(arp/a2s)











































