Del Potro menjadi bahan pembicaraan di penjuru dunia pasca keberhasilannya menjungkalkan peringkat satu dunia, Roger Federer di partai puncak US Open beberapa hari silam.
Atas pretasinya itu, Del Potro dianggap sebagai pahlawan. Sekitar 40.000 orang dari kota Tandil pada hari Kamis (17/9), tumpah ruah ke jalan untuk menyambut petenis berusia 20 tahun tersebut.
Del Potro diarak keliling kota dengan menggunakan kendaraan besar berwarna kuning sembari diiringi lagu legendaris dari grup musik Queen 'We Are The Champions'
"Saya berhutang kepada Tandil," tutur Del Potro yang berbalutkan bendera Argentina dari atas balkon seperti dilansir Reuters .
"Saya tidak ingin menangis namun terima kasih pada anda sekalian yang rela kedinginan untuk menunggu di jalan, yang rela berlari-lari hanya untuk menyambut saya."
Tandil merupakan kota kelahiran sekaligus tempat pertama kali Del Potro berjalan mengayunkan raket. Kota yang berada 350 km di sebelah selatan Buonos Aires ini juga telah menelurkan petenis-petenis ternama seperti Mariano Zabaleta, Diego Junqueira, Maximo Gonzalez dan Juan Monaco. (arp/a2s)











































