Henin mengumumkan comeback-nya lewat siaran langsung televisi Belgia hari Selasa (22/9/2009) waktu setempat. Ia mempublikasikan rencananya itu seminggu setelah rekan Belgia-nya, Clijsters, memenangi AS Terbuka di turnamen ketiganya pasca kembali dari pensiun.
Henin (27) pamit dari dunia tenis profesional pada 14 Mei 2008, atau dua minggu sebelum ia semestinya mempertahankan titel Prancis Terbuka-nya. Saat itu ia merupakan satu-satunya petenis putri yang menyatakan mundur saat bertahta di puncak daftar peringkat WTA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait sukses Henin yang sempat vakum selama dua setengah tahun dan telah menjadi seorang ibu, Henin mengatakan, "Sadar tidak sadar, mungkin memang ada dampaknya, tapi bukan alasan yang terpenting."
Pelatihnya, Carlos rodriguez, yang juga akan comeback, merasa yakin anak didiknya itu bisa berprestasi tinggi lagi, termasuk di Wimbledon.
"Saya bisa melihat dia mampu memenanginya. Titel keempat inilah salah satu alasan dia kembali," ungkap Rodriguez kepada jaringan RTL-TVI.
Wimbledon memang satu-satunya turnamen Grand Slam yang belum pernah dimenangi Henin. Ia pernah satu langkah menuju ke sana ketika kanda di final 2001 dan 2006.
"(Memenangi Wimbledon) adalah mimpiku. Aku ingin mengusahakannya. Aku akan menjadikannya sebagai prioritas."
Untuk menandai comeback-nya Henin berencana tampil di turnamen eksebisi di Charleroi (Belgia) dan Dubai (Uni Emirat Arab), sebelum memulai aksi kembali kompetitifnya di Australia Terbuka 2010.
Pemilik tujuh titel Grand Slam dan pernah mengumpulkan hadiah uang hampir 20 juta dolar AS dalam karirnya itu mengatakan pula, dirinya ingin bermain lagi setidaknya sampai Olimpiade 2012, ketika umurnya 30. Henin adalah peradih medali emas di Olimpiade Athena 2004.
"Dalam 15 bulan terakhir aku terus 'mengisi baterai', juga secara emosi," tambahnya. "Momen tersulit adalah saat ini, yaitu untuk menciptakan fondasi."
(a2s/a2s)











































