Jadwal turnamen ATP tahun ini dikeluhkan oleh sejumlah petenis. Untuk tahun ini, kompetisi dimulai pada 5 Januari dan berakhir 29 November. Bagi pemain yang negaranya masuk ke laga puncak Piala Davis, mereka masih harus bertarung pada awal Desember.
Para pemain hanya memiliki waktu istirahat kurang lebih satu bulan sebelum nantinya berlaga di grand slam Australia Terbuka mulai pertengahan Januari. Sebelum Australia Open, juga ada beberapa turnamen pemanasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam lima tahun terakhir, saya merasa hanya mengalami sedikit masalah, namun cepat atau lambat, saya merasa sudah tak mungkin lagi menjalani jadwal itu," tambah petenis asal Spanyol itu seperti diberitakan Independent.
Pendapat senada juga diungkapkan petenis AS Andy Roddick. "Sungguh aneh, sebuah olahraga profesional yang tidak mengagendakan waktu istirahat yang cukup bagi para pemain untuk memulihkan kondisi dan berlatih," ujar Roddick.
"Saya hanya bisa berharap bahwa jadwal yang padat ini tidak memperpendek karir pemain. Pasalnya dunia tenis selalu mengharapkan para bintangnya beredar dalam waktu yang lama," tambah petenis nomor enam dunia tersebut.
Di sepanjang tahun ini, beberapa pemain papan atas sempat absen dari sejumlah kejuaraan karena alasan kondisi fisik. Roger Federer tidak ambil bagian di Shanghai Masters pekan ini. Sementara Andy Murray mengalami cedera ketika tampil di Piala Davis, empat hari usai bertarung di AS Terbuka. Sementara Nadal absen di Wimbledon.
Nadal optimistis bahwa pihak-pihak yang terkait sudah berusaha keras untuk melakukan reformasi terhadap jadwal. "Namun saya juga menyadari bahwa itu sulit, pasalnya terlalu banyak kepentingan, banyak turnamen yang penting, dan susah untuk memutuskan kapan kita harus memulai atau mengakhiri."
"Saya tak tahu bagaimana solusinya, tapi menurut saya masalah jadwal ini harus segera diperbaiki," tutup petenis asal Spanyol itu.
(nar/din)











































