Beberapa waktu lalu sejumlah petenis putra di antaranya Rafael Nadal dan Andy Roddick mengeluhkan padatnya jadwal turnamen yang harus mereka lakoni.
Untuk tahun ini, turnamen ATP dimulai pada 5 Januari dan berakhir 29 November.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pemain hanya memiliki waktu istirahat kurang lebih satu bulan sebelum nantinya berlaga di grand slam Australia Terbuka mulai pertengahan Januari. Sebelum Australia Open, juga ada beberapa turnamen pemanasan.
Cerita tentang keluhan para pemain juga didengar oleh rekan-rekan mereka di bagian putri.
"Saya tidak bisa membayangkan bila harus melakoni jadwal seperti di bagian putra. Saya bakal kesulitan bila harus menjalani jadwal sepadat itu," demikian kata Serena Williams seperti dikutip dari AFP.
Pendapat senada juga diutarakan Svetlana Kuznetsova. Juara Prancis Terbuka 2009 ini mengkritisi penjadwalan turnamen ATP. Ia berharap ATP bisa mengikuti langkah WTA dalam menyusun jadwal.
"Menurut saya WTA Tour sudah mendengar banyaknya keluhan pemain soal jadwal di waktu-waktu terdahulu," ujar Kuznetsova.
"Kami petenis putri tidak akan sanggup bila harus bermain di sepanjang tahun. Banyak dari kami ditimpa cedera," lanjut petenis asal Rusia itu.
"Bukan hanya kami, namun agenda yang sudah disusun dan juga turnamen-turnamen yang ada ikut menderita. WTA cukup pandai untuk melakukan perubahan," tuntas Kuznetsova.Β Β Β Β Β Β Β Foto: Padatnya jadwal turnamen membuat petenis rawan mengalami cedera. Petenis Prancis Michael Llodrais harus mendapat perawatan akibat cedera saat berlaga di Wimbledon, Juni 2009 (AFP)Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β (nar/arp)











































