Lukisan Keramik ala Petenis

CBTC 2009

Lukisan Keramik ala Petenis

- Sport
Selasa, 03 Nov 2009 15:00 WIB
Lukisan Keramik ala Petenis
Nusa Dua - Hari kedua rangkaian turnamen Commonwealth Bank Tournament of Champions (CBTC) 2009 diisi dengan kunjungan para pemain ke sebuah rumah produksi keramik. Satu lagi demonstrasi off court dilakukan para pengayuh raket tenis top dunia itu.

Pada hari Selasa (3/11/2009) pukul 11.00 WITA, 13 pemain yang hadir di Bali mendatangiΒ  produsen keramik buatan tangan, Jenggala, yang terletak di Jl. Uluwatu II, Jimbaran, sehari sebelum turnamen penutup WTA Tour 2009 dimulai di The Westin Resort Nusa Dua.

Unggulan kedua Samantha Stosur dan unggulan kelima Anabel Medina Garrigues sudah bergabung dengan pemain-pemain lain setelah absen di sesi off court kemarin, karena keduanya baru tiba di Bali tadi malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berpakaian santai bak turis asing di negeri tropis, Marion Bartoli dkk pertama-tama diberi kesempatan untuk melakukan "window shopping" dari display keramik aneka rupa yang ditata dan dipajang dengan cantik.

Dari pantauan detiksport, Melinda Czink dan Vera Dushevina tampak yang paling seksama mengamati keramik-keramik tersebut.

Beberapa pemain lain muter sambil ngobrol-ngobrol. Dua petenis Spanyol, Medina Garrigues dan Maria Jose Martinez, asyik berbincang-bincang dalam bahasa "kampung" mereka. Agnes Szavay, Aravane Rezai dan Magdalena Rybarikova sempat asyik mendekat-dekatkan handphone mereka, mungkin bertukar nomor.

Setelah sesi lihat-lihat selesai, mereka diantar ke loksi pembuatan keramik. Seorang pemandu dari Jenggala menjelaskan semua yang berhubungan dengan pembuatan produk tersebut, dan para pemain mengikutinya dengan seksama, termasuk melihat langsung proses pembuatan keramik oleh para pekerja.

Di sesi akhir, mereka diberi kesempatan untuk membuat keramik. Shahar Peer, Medina Garrigues dan Sabine Lisicki mengajukan diri untuk melakukan apa yang cukup identik dengan sebuah episode dalam film terkenal "Ghost", yang diperankan oleh Demi Moore.

Lisicki rupanya keasyikan dengan kegiatan itu. Dia bahkan menanyakan kepada si pemandu apakah bisa mengulanginya lagi setelah acara melukis keramik selesai. "Saya sudah lama ingin melakukan ini," ujar petenis asal Jerman itu.

Selesai melihat-lihat proses pembuatan keramik, para pemain didaulat untuk melukis keramik yang telah disiapkan oleh penyelenggara.

"Saya menyukai bunga. Makanya saya menggambar bunga-bunga," jelas Dushevina tentang motif lukisan yang ia buat.

Yang lain, Yanina Wickmayer tampak serius dalam mewarnai keramik berbentuk piring besar, yang di bagian dalamnya ia lukiskan sebuah hati bertuliskan "love". Medina Garrigues "menumpahkan" banyak warna di vas keramiknya, kontras dengan Kimiko Date-Krumm yang sangat minimalis dalam pemakaian warna. Lisicki menggambar sebuah pohon, Rezai "menghidupkan" keramik berbentuk orang dengan warna-warna pilihannya, dan menuliskan namanya dalam huruf Persia.

Rencananya barang-barang hasil polesan tangan mereka akan dilelang pada hari Sabtu (7/11) malam. Dana yang terkumpul akan disalurkan ke Yayasan Senyum atau Smile Foundation of Bali, yang salah satu aktivitasnya adalah melakukan operasi bibir sumbing untuk anak-anak kurang mampu. (a2s/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads