Pada pertandingan final di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Minggu (8/11/2009) siang WITA, Bartoli mengalami cedera otot paha ketika memegang servis dalam kedudukan tertinggal 5-6.
Begitu sebuah pukulan Rezai masuk, pemain Prancis itu langsung menuju ke kursi dan memegang pahanya kirinya. Ia bahkan sempat terlihat menangis saat menahan rasa sakit, sampai petugas medis memberinya perawatan di pinggir lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rezai pun memperoleh gelar keduanya di tahun ini, sekaligus yang kedua dalam karirnya, setelah yang pertama ia dapat di Strasbourg, Prancis, di bulan Mei. Selain trofi, ia juga mendapatkan hadiah uang sebesar 200 ribu dolar AS, dua kali lipat dari yang diperoleh Bartoli sebagai runner up.
Pertandingan berjalan ketat sampai skor 2-2. Bartoli mulai di atas angin sejak game kelima, saat ini mematahkan servis Rezai dan kemudian mengamakan servisnya untuk memimpin 4-2.
Servis buruk Rezai membuat keunggulannya 40-30 bisa disamakan oleh Bartoli. Setelah melalui dua kali deuce, Rezai berhasil menambah poin menjadi 3-4.
Bartoli memegang servis dan memimpin 5-3, tapi Rezai justru mulai panas. Pemain peringkat 44 dunia ini dua kali memasukkan bola dengan gemilang untuk menyamakan skor menjadi 30-30, dan memaksakan deuce. Satu ace dan pengembalian bola yang out dari Bartoli membuat Rezai bertahan dan menipiskan kedudukan menjadi 5-4.
Di saat Bartoli melakukan set point, Rezai justru makin agresif. Terjadi adu kekuatan pukulan di antara kedua pemain Prancis ini. Rezai memenanginya dan membuat skor sama kuat 5-5.
Rezai, pemain berdarah Iran berusia 22 tahun, berbalik memimpin 6-5 lewat bola-bola silangnya yang merepotkan Bartoli. Dan Bartoli pun harus mengalami antiklimaks ketika cedera menyergapnya di game ke-12, dan berakhirlah pertandingan untuk kemenangan Rezai. (a2s/roz)











































