Hadir di Nusa Dua sebagai pemain berperingkat tertinggi (12) dibanding 12 pemain lainnya, Bartoli meniti jalan ke final dengan gemilang. Dalam tiga pertandingan ia tidak sekalipun kehilangan set.
Di babak Grup A ia menundukkan Magdalena Rybarikova 6-4 6-4 dan Shahar Peer 6-3 6-4, lalu menaklukkan singa tua dari Jepang, Kimiko Date-Krumm, dengan 6-1 6-3. Tak heran jika jika difavoritkan bisa mengatasi pula komptariotrnya, Aravane Rezai, di pertandingan final hari Minggu (8/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat memegang servis dalam keadaan tertinggal 5-6, Bartoli tiba-tiba menghampiri kursi dan berhenti sejenak. Ia kemudian memegang-megang paha kirinya. Penonton bertanya-tanya, gerangan apa yang terjadi pada pemain 25 tahun itu.
Rupaya otot paha Bartoli tertarik. Ia sampai menangis menahan rasa sakit yang seketika kian menyergap. Bantuan medis diberikan dan Bartoli terlentang di pinggir lapangan selama beberapa menit. Perban pun dililitkan di pahanya yang bermasalah itu.
Sejurus kemudian sekitar 1.000-an penonton melakukan standing applause saat Bartoli bangkit dan berjalan ke lapangan. Rupanya ia hendak melanjutkan pertandingan. Tapi apa daya, rasa sakit itu tak hilang. Ia tampak tersiksa untuk menyelesaikan servis akhirnya. Dan ketika Rezai meraih poin untuk memenangi set pertama dengan 7-5, Bartoli menyerah.
"Saya merasa sakit di kaki di pertengahan set," tuturnya. "Saya sangat sedih harus mengakhirinya seperti ini. Cedera di pertandingan terakhir musim adalah hal terakhir yang Anda ingini."
Airmata Bartoli menitik lagi saat menerima piala runner up, dan juga ketika diwawancarai Todd Woodbridge di lapangan. Wajah sendu juga terpancar saat ia berdampingan dengan Rezai sang juara dalam sesi foto. Dengan langkah gontai dan terpincang-pincang, Bartoli meninggalkan arena pertandingan, diiringi dengan sekali lagi tepuk tangan panjang dari penonton.
Kejadian ini membuat Bartoli harus dengan koleksi dua gelar juara di musim ini dari empat final yang diikutinya. Dua titel tersebut ia raih di Monterrey (Meksiko) dan Stanford (Amerika Serikat), untuk menambahkan koleksi pialanya menjadi lima.
Runner up Wimbledon 2007 itu juga harus puas dengan posisinya di peringkat 11 WTA, kendati dia bisa masuk 10 besar di akhir tahun ini apabila bisa menyabet titel kemenangan di Bali.
(a2s/roz)











































