"Anyone know what's going on?" Demikian status singkat Murray dalam account twitter-nya, tak lama setelah ia dipastikan tersingkir dari ajang penutup tahun itu, meskipun dua kali menang dan satu kalah, sama seperti Juan Martin del Porto dan Roger Federer.
Murray lebih dulu mengakhiri penampilannya di Grup A dengan menundukkan Fernando Verdasco 6-4 6-7 7-6. Sampai situ, jika Federer berhasil mengalahkan Del Potro, maka mereka berdua yang akan maju ke semifinal.
Akan tetapi, Federer mengalami hari yang buruk dan dia tumbang di tangan Del Potro dengan skor 6-2 6-7 6-3. Pihak penyelenggara dan wartawan mulai bertanya-tanya siapa di antara ketiga petenis itu yang lolos, karena rekornya identik. Del Porto bahkan mengaku baru tahu dirinya lolos 25 menit setelah pertandingan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski kalah dari Del Porto, Federer memuncaki grup dengan rekor 44-40 game, disusul Del Potro dengan 45-43. Murray, yang merupakan harapan publik tuan rumah London, "hanya" memiliki 44-43.
"Tentu saja, ini membingungkan," ujar Federer. "Ini berat buat Murray. Saya serius, saya bertanya pada Juan Martin di net, 'kamu lolos atau tidak?' Dia bilang, 'Saya rasa tidak.' Ya begitulah cerita yang saya punya. Tentu saja, kita harus ikut merasa menyesal untuk yang tidak berhasil."
"Sangat aneh," timpal Del Potro, seperti dikutip Reuters, Jumat (27/11/2009). "Saya senang masuk semifinal, tapi ini aneh. Saya mengambil kesempatan dan itulah yang Anda butuhkan saat menghadapi pemain terbaik di dunia." (a2s/a2s)











































