Tahun 2009 Nadal banyak diganggu oleh cedera. Masalah ini bahkan memaksanya menarik diri dari turnamen grandslam Wimbledon.
Sekembalinya dari cedera performa Nadal masih belum stabil. Sang petenis nomor dua dunia mengakhiri musim ini dengan kegagalan di ATP World Tour Finals. Bukan itu saja petenis berusia 23 tahun itu selalu kalah di turnamen tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akan mengecewakan bila Anda tampil di sini dengan perasaan memiliki peluang besar untuk menang. Saya tidak memiliki perasaan tersebut ketika turun bermain di sini," lanjut petenis yang dikenal sebagai jagoan di lapangan tanah liat tersebut.
Nadal memang sudah berusaha keras untuk mengembalikan performanya. "Namun terkadang baterei bisa habis dan Anda harus membeli yang baru," demikian petenis asal Spanyol itu memberikan perumpamaan.
"Itulah yang akan saya lakukan tahun depan. Mengembalikan kondisi terbaik dan berlatih keras. Sebab hanya dengan latihan keras Anda bisa kembali ke level terbaik. Itu yang saya lakukan di sepanjang karir. Ketika Anda merasa baik secara fisik, maka Anda bisa tampil agresif," lanjutnya.
Nadal masih punya satu kesempatan lagi untuk membuktikan bahwa tahun ini dia tidak buruk-buruk amat, dengan membawa Spanyol menjadi juara Piala Davis.
"Piala Davis memberikan motivasi besar bagi saya untuk mengakhiri tahun ini dengan kemenangan. Saya punya kesempatan untuk tampil lebih baik di final, menunjukkan permainan bagus di lapangan tanah liat dan menang. Itu semua penting untuk negara dan teman-teman saya," tekad Nadal.
(nar/nar)











































