Davydenko Terkejut Sendiri

Davydenko Terkejut Sendiri

- Sport
Minggu, 29 Nov 2009 03:12 WIB
Davydenko Terkejut Sendiri
London - Nikolay Davydenko harus menunggu hingga saat-saat akhir untuk bisa lolos ke ATP World Tour Finals. Saat bisa mencapai final World Tour Finals, Davydenko pun terkejut sendiri.

Davydenko berhak atas tiket final setelah dalam pertandingan semifina yang dilangsungkan di O2 Arena, London, Sabtu (28/11/2009), ia menundukkan Roger Federer 6-2, 4-6, 7-5.

"Saya sudah lama menunggu untuk bisa mengalahkan Federer. Saya kalah 12 kali dari dia, dan mengalahkan dia di London, rasanya sangat spesial," girang Davydenko seusai laga seperti dilansir YahooSports.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keberhasilan Davydenko mengalahkan Federer memang mengejutkan karena sang lawan adalah petenis nomor satu dunia. Di atas kertas, Federer akan mudah melumat Davydenko; tapi kenyataan berkata lain.

"Tidak, tidak lagi. Kalah 13 kali secara berturut-turut? Tidak," seloroh petenis kelahiran 28 tahun lalu itu.

Langkah Davydenko terasa lebih mengejutkan karena ia baru lolos ke World Tour Finals pada awal medio November lalu walau ia kalah di babak ketiga Paris Masters. Itu pun karena pesaingnya saat itu, Fernando Verdasco, juga kalah.

Dan meski tahun lalu Davydenko melaju ke final World Tour Finals yang saat itu masih digelar di Shanghai (kalah dari Novak Djokovic), di London ia tetaplah berstatus underdog. Apalagi, di partai pertama Davydenko kembali takluk di tangan Djokovic.

Tapi perlahan status itu ia kikis. Di laga kedua, Davydenko membuat kejutan ketika mempecudangi Rafael Nadal sekaligus menghabisi peluang sang lawan. Tiket semifinal akhirnya digenggam Davydenko setelah di laga terakhir Grup B ia menang atas Robin Soderling.

"Saya sangat terkejut dengan hasil bagus yang saya petik di masa sulit seperti ini," ujar Davydenko.

Keberhasilan melangkah ke final ini menjadi pembuktian bahwa Davydenko belum habis, terutama oleh rongrongan skandal judi yang menghantamnya dua tahun silam.

Seperti diketahui, pada Agustus 2007 Davydenko dituding terlibat skandal judi karena mundur dari sebuah turnamen di Polandia. Saat itu, sebuah rumah judi membatalkan taruhan karena melihat ada pola taruhan yang tidak lazim.

"Saya tahu hal itu akan selalu ada di benak Anda. Di mana saja, jika saya bermain di sebuah turnamen, media selalu saja menanyakan perihal taruhan," keluh Davydenko.

"Di setiap turnamen yang saya ikuti, berat sekali untuk bermain. Saya sempat ingin berhenti selama beberapa bulan. Tapi saya tidak tahu. Mungkin karena saya punya pelatih bagus, keluarga yang mendukung. Saya punya kesempatan lagi," tuntasnya.


(arp/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads